Alvaro Pov “Pagi, Sayang.” Tivanaku menyapa sambil memamerkan senyum cantiknya. Kali ini aku tak meresponnya, hatiku masih kesal bila mengingat kecerobohannya hingga nama si Babon tertera sebagai daddy-nya Vino di formulir pendaftaran masuk TK. Sorry, aku tak semudah itu dirayu dan disogok dengan senyumnya saja. Lain kalau dia menawarkan pelayanannya di ranjang .... Ck! Mengapa pikiranku error begini? Ini gegara pagi ini Tivana mengenakan gaun rumahnya yang agak mini. Ingin kurobek bajunya dan kami b******a di dapur. Astaga! Lagi-lagi pikiran mes*mku kambuh. Ingat, Al. Kamu punya tugas mahapenting yang harus segera diselesaikan untuk menyelamatkan rumah tanggamu! Aku mengingatkan diriku sendiri. “Hm.” Aku berdeham singkat, lantas berlalu dari hadapan Tivana. Istriku menge

