Special Part 14

1148 Kata

Ardian Pov Alvaro memintaku mampir ke toko es krim Ice Cream House sebelum ke rumahnya untuk menjemput anakku, Amel. Dia agak memaksa, dengan dalih anak-anak rewel meminta es krim mint choco yang sangat enak dijual di toko ini. Ya sudahlah, aku menurutinya. Setidaknya kali ini, dia tak meminta hal yang aneh dariku ... seperti menemui seorang wanita yang akan dijodohkannya padaku. Kurasa setelah Tivana memarahinya, Al sudah jera mencampuri urusan jodohku. “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu, Tuan?” Seorang gadis manis menyapaku sembari menyunggingkan senyum ramahnya. Dia agak gugup begitu melihat wajahku dengan seksama. Ada apa dengan wajahku? Apa tampak menyeramkan? Kurasa tidak, menurut orang-orang wajahku menyenangkan dan simpatik. Tidak sombong, banyak yang beranggapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN