Tivana pov Kontraksi demi kontraksi kulalui dengan perasaan kacau. Semakin lama semakin sakit rasanya. Saking tak bisa menahan sakit aku meremas~remas kaus Alvaro. Hingga kausnya kucel kebanyakan kuremas~remas. "Alll!! Sakittt!!!" teriakku ketika rasa sakit itu datang lagi. "Tahan ya, Sayang," Al mengelus~ngelus keningku. "Aku gak tahan, Al. Aku gak kuat!" "Sshhhttt, kamu pasti kuat, Sayang. Kamu pasti bisa melaluinya," bujuk Al lembut Dia terus mensuportku di samping ranjang rumah sakit tempat ku berbaring. Tapi mungkin memang aku lagi sensi, aku malah sebal melihatnya. "Kamu sih enak aja bilang begitu. Coba kamu yang ngalamin sendiri! Sakiittttt, tauk!!" pekikku geram. Tak sadar aku menjambak rambut Al saking sakitnya! Tentu saja Al kaget, tapi dia membiarkan kelakuan

