Part 35 Sabtu dan Minggu berlalu begitu saja, dua hari liburku yang seharusnya kugunakan untuk beristirahat terbuang sia – sia karena Sam, Johan, Andra, Aldan dan Meisya selalu menggangguku. Mereka seperti tak suka jika aku bisa beristirahat dengan tenang. Yang lebih parah, ketika aku terbangun dari tidurku setelah lelah menemani Meisya, aku mendapati layar handphoneku yang sudah retak dan mati di bawah meja belajarku. Aku merutuk sejadi – jadinya, saat itu juga aku langsung turun dan mencari pelaku yang telah merusak handphoneku. Meskipun sempat lama aku berbicara, akhirnya ketiga ponakanku mengakui kesalahan atas apa yang telah mereka perbuat pada ponselku. Aku ingin sekali memarahi mereka dan akupun benar – benar tidak habis pikir, kenapa mereka sampai berani sekali memainkan ponselku.

