Radafa, Rain dan bu Menik sudah duduk di kursi aula kampus, mereka sedang menunggu pengumuman kejuaraan. Sementara Bagas, Salsa dan Agnes, mereka sudah pulang lebih dulu bersama pak Harun, karena mereka tidak masuk ke babak final perlombaan cerdas cermat. Suasana yang sangat mendebarkan dirasa sekali oleh Rain, tatkala ada seorang pria paruh baya berjas menaiki panggung dan mulai berbicara dengan penuh wibawa di sana. Tangan Rain seketika dingin saat pembicaraan pria itu sudah mengarah pada inti pengumuman yang Rain dan peserta lain tunggu – tunggu. Radafa yang duduk di sebelah kanan Rain nampak terlihat sangat tenang, tak ada raut wajah tegang di sana. Ia malah sedang asyik mendengar musik lewat earphone yang terpasang di telinganya. “Radafa, Rain takut.” Cicit Rain memegang tangan R

