Part 42

1214 Kata

Sore ini, setelah mengantar Rain pulang Radafa langsung ke tempat lesnya dengan buru – buru. “Daf, hari ini lo telat lagi.” ucap seorang perempuan berambut cepol. Radafa menoleh ke arah perempuan tersebut dengan wajah tak peduli. “Terus?” Perempuan itu berdecak kesal, menghiraukan pertanyaan Radafa yang menurutnya begitu menjengkelkan. “Radafa.” Pria usia 20 tahun yang diketahui bernama Aryo berjalan mendekat ke arah Radafa. Telapak tangan kanannya ia tempelkan di meja Radafa. “Kamu sering telat masuk, kenapa?” “Saya rasa, pertanyaan itu tidak penting untuk dijawab.” Wajah memerah Aryo yang tampak sedang menahan kesal itu sangat jelas terlihat, bahkan dari jarak jauhpun muridnya bisa melihat itu. Tidak ada niat untuk menjawab, Aryo kembali lagi ke depan dengan hati yang dongkol.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN