“Siapa tahu dengan seperti ini, justru kamu membuka harapan baru dan kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga mu.” Kevin yang awalnya enggan karena takut Felisha, menolak kehadiran bayinya akhirnya terdiam dan bungkam. Anggi yakin walaupun Kevin tidak mengeluarkan sepatah kata apapun, tapi Kevin pasti mempertimbangkan semua saran dan nasehatnya. “Kumohon Kevin, percayalah. Seburuk-buruknya seorang ibu, jika dia merawat anaknya sendiri dan menyusui, aku yakin naluri keibuan itu pun akan muncul dengan sendirinya. Dan, aku yakin setelah melihat bagaimana Felisha panik dan histeris tadi, tidak mungkin ia menolak kehadiran buah hati kalian.” Kevin pun menatap Anggi dengan nanar sambil mendesah dan menghela nafas dalam, akhirnya Kevin memutuskan untuk mengikuti saran Anggi. “Baiklah, jik

