Riska diusir oleh Cintya, tetapi dia tetep kekeh tak mau pergi. Dia malah menghina Cintya. “Udahlah, kamu itu sudah nggak ada gunanya Mbak. Mending lepaskan Mas Panji untuk aku.” Riska melotot tajam pada Cintya. “Aku bilang pergi! Bi, cepet suruh dia pergi dari sini! Aku nggak mau ngelihat muka dia!” Cintya berteriak mengusir Riska. Kalau saja kondisi tubuhnya sudah betul-betul fit, Cintya pasti bisa kalau hanya menarik Riska keluar. Sayang, kondisi Cintya belum begitu membaik. “Ingat Mbak, aku nggak akan pernah menyerah, dan kupastikan Mas Panji jatuh ke pelukanku dan meninggalkan Mbak Cintya. Seperti dulu, Mbak Cintya menyia-nyiakan Mas Panji!” sentak Riska. Cintya tak peduli dengan semua ucapan Riska. Cintya yakin, Panji bukan orang seperti itu. Cintya mengaku salah akan masa lalun

