Selamat membaca! Kedatangan Mas Firdaus membuatku sangat lega. Aku bisa sedikit lebih tenang karena tentu saja aku masih malu jika mengatakan pada ibunya kalau aku memang mencintai putranya. "Mas, kamu mau makan apa?" Mas Firdaus pun mulai melihat setiap hidangan yang tersedia di atas meja sebelum menjawab pertanyaanku. "Semua enak sepertinya." Aku tersenyum. Bagaimana tidak enak yang memesannya adalah ibunya. Sudah tentu dia tau apa makanan kesukaan putranya. "Ini Ibumu yang sudah memesankannya. Jadi aku rasa semua makanan ini tidak ada yang tidak enak, Mas." "Mommy, jangan makan terlalu banyak makan makanan berlemak ya." "Iya, sayang. Kamu tenang saja! Mommy itu tau kamu akan datang, makanya Mommy sengaja memesankan semua makanan ini untuk makan siang kita bertiga. Sudah sekarang a

