Selamat membaca! Setelah memaksakan diri untuk berjalan, akhirnya kini aku sudah tiba di depan rumah. Aku pun langsung menekan bel dan begitu Felia membuka pintu dia terkejut saat mendapati kondisiku dengan tangan yang penuh darah. "Ya Tuhan, Nona Dinda kamu kenapa?" teriaknya dengan histeris. Wajahnya seketika pucat karena mencemaskan kondisiku. "Jangan panik! Sekarang bisakah kamu mengendarai mobil? Bawa aku ke rumah sakit dulu." “Saya tidak bisa, Nona! Tapi saya akan hubungi Tuan Firdaus dulu. Sebentar ya, Nona!" "Jangan, Felia! Dia ada rapat sore ini. Jadi kamu tidak perlu menghubunginya. "Terus saya harus bagaimana, Nona?" “Pergi ambil handuk bersih dulu, lalu ikuti aku!" titahku pada Felia yang langsung berlari ke dalam rumah. Sementara aku langsung meraih kunci mobil yang ter

