Terpaksa Bohong

1230 Kata

Selamat membaca! Setelah menyelesaikan makan siang bersama, aku beserta yang lainnya berpindah dari ruang makan ke ruang keluarga. Ruangan yang tidak terlalu luas. Namun, masih cukup nyaman untuk kami tempati. Setibanya di sana, aku langsung dapat menebak apa yang akan mereka bicarakan selanjutnya, tapi aku memilih diam dan tak ingin memulai pembicaraan lebih dulu. "Dinda, bagaimana dengan permintaanku? Apakah kamu bersedia membantuku untuk berbicara dengan Tuan Firdaus agar dia mau mengembalikan jabatanku lagi?" tanya Arga meminta dengan raut memohon. Aku tidak memiliki alasan untuk menolak, terlebih ibu dan ayahku tadi sempat meminta aku membantu Arga. Aku pun tersenyum tipis dan mengangguk. "Tentu saja, aku akan berusaha meyakinkan Tuan Firdaus agar mau membantumu. Kamu tenang saja y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN