Selamat membaca! Begitu aku kembali ke rumah, aku menemukan ternyata Mas Firdaus sudah pulang. Entah apa yang terjadi, dia kembali terlalu awal hari ini padahal tadi dia sempat mengatakan masih ada beberapa meeting yang harus dihadiri dan kemungkinan akan sampai di rumah jam 7 malam. "Kenapa dia duduk di taman sendirian? Tumben!" batinku yang hanya dapat menatap tubuh bagian belakangnya. Aku menemukannya sedang merokok di bangku taman begitu melihat asap mengepul yang melintas di atas kepalanya dan itu cukup membuatku terkejut. "Ternyata dia adalah seorang perokok, tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya merokok saat bersamaku? Apa dia baru merokok hari ini? Ah, tidak mungkin. Dia tidak seperti orang yang baru pertama kali merokok jika dilihat dari caranya memegang rokok dan menghisap

