Akan Kembali

1646 Kata

Minggu ke tiga seorang Ervan berada di rumah sakit. Tidak dirawat dan tidak lagi sakit, hanya ingin berlama-lama saja di sana tanpa memikirkan pekerjaan atau apapun. Hanya Ervan, laki-laki normal yang memilih kamar rumah sakit sebagai tempat ternyamannya. Yang dia lakukan hanya duduk diam, makan, mandi, lalu melamun. Berbicara hanya pada dua sahabatnya. Sekedar info, bagian melamun, itu yang mendominasi. Bohong jika dirinya tak memikirkan apapun. Buktinya di pikirannya saat ini hanya ada satu pertanyaan besar yang sampai detik ini tidak dia temukan titik terangnya. Dia tak tau apa jawababnya, bahkan tak tau cara menghilangkannya bagaimana. Kenapa? Hanya satu kata itu. Satu kata yang membuat pikirannya kacau balau sampai sekarang. Akal sehatnya terkunci dan dia tak punya kuasa untuk memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN