Esha meletakan secangkir teh di meja tamu, lalu ia duduk di sofa single dan menatap tamunya. "Silahkan di minum om. "Ujarnya mempersilakan tamunya untuk minum. Papa Pandu menghela nafasnya, "Juna dulu memanggilku papi, setiap malam, Juna balita akan selalu menungguku pulang dari kantor, bahkan ketika dia tidur, dia akan bangun begitu mobilku masuk ke halaman rumah" "Dia akan teriak papi... Papi... "Papa Pandu tersenyum mengingat masa 22 tahun lalu. "Meski aku tak mencintai Rosma, mami Pandu tapi aku mencintai Arjuna. " Esha hanya diam mendengar cerita pria paruh baya di depannya yang terdengar penuh sesal. "Aku sangat mencintai Sekar, mama Willy.Kami berpacaran sejak SMU tapi ayah dan ibuku tidak setuju lalu menjodohkanku dengan Rosma, aku tak bisa menolak karena aku tak mau hidup

