Arjuna menatap tak selera pada makanan di depannya, dia sudah sangat merindukan masakan istrinya, Esha. Tapi entah sampai kapan dia harus menahan kerinduannya pada anak dan istrinya. "Kenapa belum makan Kak?" tanya Winda. "Aku bosan makan pakai telor ceplok terus," ujar Arjuna. "Ya mau bagaimana lagi, aku kan cuma bisa masak itu, lagian Kak Juna itu terlalu pilih-pilih makanan, Zayn saja tidak protes dan dia makan dengan lahapnya!" Winda kemudian menghela nafasnya. "sudah deh Kak, jangan banyak protes, Kak Juna harus ingat ini kehamilan keduaku dan aku tak mau terjadi sesuatu lagi dengan kandunganku, kalau bisa pesan makanan mending pesan deh!" kesal Winda, kemudian wanita itu pergi meninggalkan Arjuna yang hanya bisa terdiam. Arjuna pun hanya bisa menatap sendu pada nasi di piringnya

