Arjuna melepas pelukan putranya, di kecupinya wajah Arshaka dengan tak sabar. "Papa lepas, Asaka masih bau," ujar Arshaka. "Tidak apa sayang, papa sangat merindukanmu," jawab Arjuna. "Bunda ...." Kini, Arshaka beralih pada bundanya dan menatap penuh permohonan pada wanita itu. Esha pun segera menghapus air matanya, lalu tersenyum dan membelai pipi putranya. Dia sangat tahu jika sang putra tak menyukai dicium oleh orang yang masih asing baginya, tapi kali ini berbeda, meski masih asing karena pertemuan, nyatanya mereka ada ikatan darah. "Sayang, dia papamu, biarkan dia melakukannya padamu, dia papa yang teman Bunda, seperti papa dan mama teman-teman Arshaka di sekolah, dia papa teman bunda yang boleh peluk bunda, seperti ini." Esha kemudian langsung memeluk suaminya di hadapan putr

