Pagi harinya, Esha sudah bersiap untuk pergi ke butik, sementara Arshaka akan pergi ke sekolahnya. "Bolehkah aku ikut ke butikmu?" tanya Arjuna sambil menatap istrinya yang tengah bersiap di depan cermin. Esha sempat terdiam sesaat sebelum wanita itu berbalik dan menatap suaminya. "Boleh dong, aku malah senang, kita antar Arshaka lalu siangnya kita jemput Arshaka bersama-sama lagi, Mas tau itu impian putra kita selama ini." Mendengar jawaban istrinya, Arjuna pun langsung berbunga-bunga. "Benarkah, tapi apa kamu tak malu jika membawaku bersama kalian?" tanya Arjuna. Jujur dalam hatinya, ia ragu jika ikut bersama istrinya, dia takut istrinya itu akan malu dengan kondisinya saat ini. Apalagi istrinya itu adalah wanita yang cantik, berpendidikan dan cukup sukses. "Astagfirullah Mas, k

