Suara tepukan tangan memenuhi penjuru ruangan, tidak tau siapa pemilik suara tepuk tersebut. Setiap sudut ruang gelap, hanya ada satu lampu kecil yang tergantung di atas kepala perempuan itu. Tangan dan kakinya diikat pada kursi, mulutnya pun dibungkam. Dia hanya bisa menangis, sekuat tenaga ingin melepaskan diri tak bisa. Simpul tali yang digunakan begitu sangat kuat, tenaga laki-laki yang menali dirinya tak sebanding dengan tenaganya. Terlebih ruangan ini gelap sekali, dia tak bisa melihat siapa yang berada di ruangan ini selain dirinya. Takut bila ada orang jahat yang ingin berbuat sesuatu pada dirinya, dia tak bisa teriak atau menghubungi siapa pun untuk bisa memberi bantuan untuknya. Derap langkah kaki terdengar mulai mendekati dirinya, dia semakin takut. Air matanya semakin deras m

