“Ndhis, lo pulang sama siapa? Sama gue aja gimana? Mumpung gue sendiri dan juga lagi pengen nongkrong di kafe searah sama rumah lo. Gimana? Atau lo mau mampir mana gitu dulu ya? Gue ante raja ya. Mau, ‘kan?” rayu Abimanyu kepada perempuan yang masih sibuk memasukan bukunya ke dalam tas. Perempuan itu, Gendhis, tak menghiraukan ajakan Abimanyu. Malah abai dan pura-pura asik dengan hal yang tengah dia kerjakan sekarang. Manyu sudah menangkap sinyal-sinyal aneh dari Gendhis, perempuan tersebut pasti tengah kesal pada dirinya. Apa pun itu alasannya. “Ndhis, lo marah sama gue? Gue anter pulang ya? Jangan ngambek dong, Ndhis. Maaf ya kemarin gue nggak kasih kabar ke lo dulu, gue bener-bener lupa. Yang gue pikir gimana caranya cari suasana baru aja. Gue pengen keluar dari pikiran ini, kepala gu

