A 95 - MENYENANGKAN

2060 Kata

“Selamat pagi, Nyu,” sapaan dengan suara serak itu membuat laki-laki yang masih terlelap dalam tidurnya menjadi mengumpulkan niat untuk membuka matanya. Tangan perempuan itu masih memeluk tubuhnya seperti saat mereka tidur semalam. Bedanya sekarang posisi mereka sudah rebahan tidak bersandar di headboard lagi. Tapi jelas posisi pelukannya masih sama. Perempuan itu, Kinanti, menjadikan lengan Abimanyu untuk bantalnya. Hingga laki-laki itu tak bisa merasakan apa-apa di bagian lengannya, kebas. Mereka berdua sudah membuka matanya masing-masing. Lalu, beradu pandangan satu sama lain. Senyuman terbit di bibir masing-masing. “Selamat pagi kembali, Kinan. Gimana tidurnya semalam? Nyenyak nggak? Gue mau berangkat ke kampus,” ucap Abimanyu dengan mengecup puncak kepala perempuan tersebut. Penuh c

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN