“Akhirnya bisa merasakan makan bareng lagi kayak gini, nggak papa ya hanya orang ini. Nggak bisa formasi lengkap, harusnya kalau sekarang bisa formasi lengkap malah jadi semakin ramai banget pasti. Lo nggak papa kan nongkrong sama cowok-cowok kayak gini, Ndhis? Gue takutnya lo nggak enak sama kita, tapi kayaknya lo biasa aja sih. Kita malah membuat lo hanya ratu satu-satunya di sini, Ndhis, tidak ada yang lain. Hanya Gendhis seorang saja untuk kami.” Fani berkata sambil mengerlingkan matanya sebelah. Sedangkan perempuan tersebut malah memilih tersenyum kecil dengan menganggukkan kepalanya. Dia tak merasa malu atau pun bagaimana, selama masih ada Abimanyu di sana dia tetap merasa aman dan nyaman. Tapi bila tidak bersama laki-laki itu mungkin hawanya sedikit berbeda dari biasanya. “Dia mau

