Jalan yang biasanya terasa hangat kini terasa lenggang, sapaan dan senyuman yang tak pernah lepas dari kumpulan manusia itu kini tersisa tatapan aneh, juga ekspresi wajah datar. Semua berubah. Dia berada di tengah kerumunan banyak orang, tapi tetap saja hatinya merasa kesepian. Kakinya terus melangkah, banyak hal yang ingin dia lakukan seperti hari biasanya namun hal itu sulit sekali terjadi. Terlebih mereka tak membalas senyumannya dan juga sapaan yang dia berikan. Helaan napas terdengar berat. Hatinya ingin sekali melabrak yang menjadi tersangka di balik semua kejadian ini, tapi sebisa mungkin dia tahan. Hal itu akan menjadi sia-sia terlebih semua orang mendukung pihak rival ketimbang dirinya. Saat ini dia tak memiliki dukungan dari pihak mana pun, semua mengacuhkan dirinya. Semua bahkan

