A 67 – RENCANA LIBURAN

2123 Kata

Hawa panas siang ini membuat mereka berlima berteduh di bawah pohon rindang, menghilangkan suhu panas yang bersarang di tubuh mereka. Terutama Gendhis yang terus mengeluh kehilangan ruangan ac sejak keluar dari kelas beberapa puluh menit lalu. Dia terus mengibaskan tangannya untuk menciptakan angin di sekitar wajahnya, tapi tetap saja tidak membuakan hasil yang signifikan. Bahkan dengan sengaja dia mengibaskan rambutnya ke kanan dan ke kiri sampai mengenai wajah Rama dan Ghani yang berada di sampingnya. Gendhis merasa kepanasan, pipinya pun memerah seperti tomat. Pandangan ke empat laki-laki tersebut tertuju pada dirinya, tapi sayangnya dia tidak terlalu memperhatikan dan asik dengan acara mengipasi wajahnya. “Ini kenapa sih bisa panas kayak gini? Cari tempat yang adem, yuk? Gue nggak be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN