Kedua tangannya terkepal, Chris keluar dari rumah sakit dengan perasaan yang bergemuruh. Makanan hangat yang sempat dia bawa sudah ia lempar entah ke mana. Hanya satu yang ingin dia lakukan sekarang, yaitu berteriak di depan wajah Cindy. Bagaimana bisa wanita itu mengambil keputusan secara sepihak dan diam-diam seperti ini? Ponsel Chris sedari tadi tidak berhenti untuk menghubungi semua orang, dan jawabannya tetap sama. Tidak ada yang mengangkat teleponnya. Sialan! Begitu banyak teori yang bermunculan di kepala Chris. Apa benar Cindy pergi dengan sendirinya atau ada seseorang yang menginginkannya pergi? Jika opsi kedua yang terjadi, maka Chris tidak peduli lagi dengan apapun, nyawa bisa dia pertaruhkan untuk membawa Cindy kembali ke pelukannya. "Di mana kau?" geram Chris mempercepat la

