Teman Baru

1665 Kata

Chris duduk di kafe dengan mulut yang tak henti-hentinya menghisap rokok. Kepalanya mendadak pening dengan apa yang baru saja terima. Ternyata Neneknya sudah bertindak sangat jauh. Dia baru saja menemui temannya yang pernah bekerja sama dulu, tapi pria itu menolaknya langsung tanpa berpikir. Temannya itu beranggapan jika perusahaan yang Chris rintis tidak akan semaju kerajaan bisnis Auredo. Chris ingin tertawa mendengar itu. Dia yakin saat Neneknya sendiri yang memimpin perusahaan, tak lama kerajaan itu akan berubah menjadi gubuk yang mengenaskan. Tangannya meraih ponsel dan membuka kuncinya. Bibir Chris berkedut saat melihat foto Cindy yang tengah tertidur sebagai wallpaper-nya. Dia merindukan wanita itu. Sudah dua hari dia keluar kota untuk mencari keberuntungan. Namun sepertinya tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN