Chris mencengkeram erat botol alkohol di tangannya dengan mata yang memerah. Otaknya yang selama ini diisi dengan perasaan benci semakin membuatnya kalut setelah bertemu dengan Cindy. Dia merindukan wanita itu. Namun, perasaan bencinya yang paling mendominasi saat ini. Bahkan wanita itu bertingkah sama acuhnya dengan dirinya. "Tuan, Anda akan kehilangan kendali nanti," gumam Anton yang masih setia berdiri di samping Chris. Berusaha untuk menjaga Tuannya yang bisa saja membuat onar di club ini. "Dia membenciku, Anton." Chris bergumam dengan mata yang terpejam. Entah kenapa matanya mulai basah sekarang. "Maaf, Tuan. Setelah kau menjadikannya buronan polisi tentu saja Nona Cindy akan membenci Anda." Anton menahan napasnya saat Chris menatapnya tajam. "Dia pantas mendapatkannya! Dia lari d

