Firio dan istrinya, Theresa, diantarkan menuju ke kamar yang telah disiapkan untuk mereka. Untuk beberapa menit pertama, mereka berdua masih mengamati suasana kamar yang akan menjadi tempat mereka bermalam ini. Tidak ada kesan aneh disini, semuanya sama seperti kamar pada umumnya. Bahkan, semua barang juag sama saja. Sampai-sampai, tidak akan terasa kalau ini semesta lain di masa depan karena saking miripnya dengan perabotan di jaman Theresa. Dari mulai ranjang, meja dan kursi, semuanya sama saja, bahannya juag sama saja. Intinya tidak ada yang berbeda sama sekali. Selain itu, warna-warna disini juga didominasi oleh warna kayu maple yang sangat lumrah ada di jaman Theresa. Theresa langsung duduk di tepian ranjang, lalu memandangi jendela yang telah tertutup kelambu putih. Hari suda

