aku dan dokter andri semakin berjarak, kami sudah tidak pernah lagi bertukar kabar, tidak pernah lagi curi pandang. ada hal yang hilang dari diriku, entah ini semakin menyakitiku, kurasa dokter andri semakin hari semakin menjauhi ku, aku tidak tahu yang ku lakukan benar atau salah, namun kurasa hal ini yang seharusnya aku lakukan jauh jauh hari. "kita dapet undangan, dokter andri mau tunangan" ucap ratna yang baru saja masuk ke dalam ruangan jantungku berdegup kencang, ada perasaan yang tidak bisa ku jelaskan, tiba tiba saja aku merasa sesak, mataku bahkan terasa panas, seluruh tubuhku menjadi lemas, aku tidak bisa berkata apapun, sekuat tenaga untuk menahan air mataku turun, mencoba tersenyum meski susah sekali ku lakukan, benar saja bulan ini dokter andri akan bertunangan, namun mengap

