"alma?" Sapa panji Aku diam seribu bahas, bahkan aku menghindari kontak mata dengannya. "Alma? Sejak kapan disini? Ma kemana aja? Kamu sehat ma? Kenapa menghilang" katanya "Ma, kenapa diam? Apa yang salah? Apa yang membuat kamu menjadi seperti ini? Apa dia yang mengubah kamu?" Tanya panji lagi sembari menunjuk dokter andri "Alma jawab" katanya "Maaf, kamu salah orang dia bukan alma" ucap dokter andri "Salah orang? Ngga mungkin..jelas dia alma yang ku kenal" katanya "Dok, boleh masuk duluan, aku mau ngobrol dulu sebentar sama dia" kataku Dokter andri masuk kedalam restoran, aku menyeret panji di tempat duduk yang ada di trotoar jalan. Aku masih diam. Mencoba menenangkan hatiku, mencoba untuk mengontrol perasaanku. Sialnya tidak bisa aku mengingat moment dimana saat aku dan panji ber

