alma langit dan dokter andri

1005 Kata

"kamu marah?" tanyaku tanpa basa basi bagaimana bisa, dia marah pada orang lain dan aku yang menjadi sasarannya. "tidak" ucapnya "lantas?" kataku "saya kesal, bagaimana bisa dia menganggap kamu babysitter langit" suaranya penuh dengan tekanan. "aku ngga keberatan dok" ucapku "aku yang keberatan, kamu bukan babysitter, bukan pekerja juga. kamu milikku Al" ucapnya suaranya meletup letup, kurasa dia benar benar dalam keadaan kesal dan marah "sekarang mau dokter apa?" aku bertanya padanya dengan nada yang sedikit kencang "kasih tau seisi dunia, kalau kamu milik aku" ucapnya "kasih tau dok, silahkan" ucapku lagi kami masih berdebat kecil, sampai akhirnya langit terbangun dari tidurnya, kami berdua saling diam, mencoba meredam amarah kami, namun tetap rasa kesal dalam d**a masih menyel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN