aku tertidur di kamarku, pikirankau mengembang kembali di saat aku mengingat momentum saat gaga tertusuk oleh wanita jalang itu flashback Aku masih menunggu penjelasan panji yang tersendat-sendat. Wajar jika sebagian orang panik, lagipula aku yang baru mendengar kabar ini pun, langsung merasa sekujur tubuhku kaku. Aku hampir meledak, hampir hancur kemudian duniaku menjadi berantakan. Hitam, gelap, abu abu, aku hampir tidak bisa melihat, segalanya hanya tertuju pada gaga, aku tidak tahu bagaimana keadaan dia sekarang. Menangis dan memaksa untuk melihat keadaanya pun, rasanya tidak bisa kulakukan, aku mematung, nyawaku seperti tidak ada di tubuhku. Pikiranku terbang jauh menembus cakrawala, aku kosong. “Ji,jelasin gaga kenapa?” Sekali lagi aku bertanya pada panji, linangan air mata yan

