Hari pernikahan telah tiba, Eagan dan Sihan sibuk menyalami tangan para tamu yang tidak ada habisnya. Sihan merasa betisnya begitu pegal, dilihat antrean para tamu yang begitu panjang kadang membuatnya sering mengeluh. Eagan melirik istrinya, "sayang, capek?" Sihan hanya mengangguk, Eagan merasa kasihan dan menyuruh Sihan untuk duduk dan biar dirinyalah yang menyalami para tamu nantinya, namun, Sihan menolak. Dirinya akan satu rasa dengan suaminya. Mereka terus melayani para tamu dan Sihan rasa antreannya semakin panjang saja, perlahan kepalanya terasa pening dan badannya pun menjadi lemas membuat kesadarannya perlahan memudar dengan pandangan mata yang mulai menggelap. Lelah, hal tersebut yang mengakitbatkan Sihan pingsan di saat acara resepsi tadi, para tamu yang mengantre terpaksa mu

