Seperti yang dikatakan oleh Pak Jumaidil pada saat praktik penjas bahwa dirinya akan menerima surat panggilan orang tua. "Sihan, besok orang tua kamu harus datang ke sini, Bapak tidak mau tahu, mengerti?!" ujar Pak Jumaidil dan memberikan sebuah amplop kepada Sihan. "Mengerti, Pak. Saya pamit, assalamualaikum," Sihan pergi dengan pandangan menunduk, biarlah semuanya berjalan dan melihat hari esok apa yang akan terjadi, apakah dirinya dapat tenang atau tidak. Pulangnya dari sekolah, Sihan memberikan amplop tadi ke Afrin, Afrin membuka amplop tersebut dan membacanya. Afrin menghela napas, entah apa yang diperbuat oleh anaknya sehingga mendapatkan surat panggilan. "Mah, Si-" "Gak perlu kamu jelasin, biar Gurumu aja yang jelasin besok," potong Afrin kemudian masuk ke dalam kamar, Sihan ha

