Baru saja berpacaran, Ibu Wardaniah menyuruh mereka untuk mengakhirinya. Eagan langsung menolak secara tegas dan memberitahu wali kelasnya itu agar tidak mengurusi hal pribadinya. Karena marah, Eagan keluar dari ruang guru dan mengabaikan teriakan Ibu Wardaniah yang terus memanggilnya, tak lupa ditariknya tangan Sihan dengan pelan. "You'r mine, don't go, baby." "Will never ... prince." Sihan membalas perkataan Eagan, walau terdengar sedikit gugup dan kaku. Perhatian semuanya, kepada murid yang bernama Eagan Pramuda dan Sihan. Silakan menuju ruang bk, kalian berdua dipanggil oleh Ibu Wardaniah. "Eagan," Sihan menatap Eagan, pria yang dipanggil tersenyum manis dan menggeleng. "Gak usah pergi, gak penting juga," balas Eagan. Sihan mengembuskan napas, ia pertama kali seperti ini, melakuk

