BAB 16

845 Kata

Malam hari, Sihan merasa bersalah. Yang dikatakan oleh Saga merupakan cambukan untuknya agar tidak seperti itu lagi yang kurang berpikir sebelum berbicara. Sihan keluar kamar dan melihat mamahnya tengah duduk menonton televisi. "Mah, Sihan mau nanya," ucap Sihan saat berada di samping mamahnya. Afrin mengangguk dan menepuk sofa agar Sihan duduk di sampingnya. "Mau nanya, apa?" "Mamah tau tentang helicopter parenting?" tanya Sihan dan Afrin mengangguk. "Sahabatnya Kak Saga ngalamin hal itu, dan Sihan sempat bertengkar dengan Bang Gino, tadi. Sihan bilang Bang Gino itu gak berperasaan karena sedih gak ngebunuh orang tua di tangannya sendiri," ucap Sihan dan Afrin terkejut sekaligus panik. "Astagfirullah, kok tega begitu? Hanya karena kekangan orang tua, dia mau ngebunuh ortu-nya sendir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN