30- Profesionalitas

1094 Kata

Faazil membaringkan tubuhnya di ranjang dengan perasaan lelah setelah memantau proses pembuatan iklan property terbarunya yang akan segera launching dan dipamerkan di pameran property terbesar seIndonesia. Tiba- tiba Ayuning keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit sedikit bagian tubuhnya. Wanita itu tanpa malu berjalan kearahnya, membuat jantung Faazil seakan mau copot. Nyalinya ciut seperti tikus kecil yang berhadapan dengan kucing pasar. “Stop, sayang.” Faazil menjulurkan tangannya, berusaha menjaga jarak antara dirinya dengan wanita yang sedang butuh kehangatan itu. Ia tau cuaca di Bandung sangat mendukung, tapi sungguh ia tak berminat melakukannya apalagi dengan Ayuning. Meski tubuh wanita itu sangat menggoda, tapi ia memegang teguh janjinya pada Luisa. Entah k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN