Bukan ke rumahnya pelarian Luisa untuk menenangkan diri. Ia tidak ingin membuat ayahnya khawatir karena masalah yang terjadi dalam rumah tangganya. Ditambah ia tidak mau membuat ayahnya berpikiran buruk terhadap Faazil meskipun memang pria itu yang salah. Ia tetap ingin menjaga kehormatan suaminya didepan ayahnya. Pilihan Luisa pun memutuskan dirinya untuk pergi ke luar kota yang tidak terlalu jauh. Tempat dimana ia bisa menenangkan diri tanpa takut dijemput tiba- tiba oleh Faazil. Ia menyewa sebuah kamar hotel di kawasan puncak. Udara yang dingin serta ketenangan di sekitar hotel itu adalah tempat yang pas untuknya. Luisa menatap ke luar jendela yang menampakkan kawasan hijau dari kebun teh dan pohon cemara. Ia menghirup udara di sana yang perlahan menenangkan hatinya yang gusar. Ba

