Faizal membereskan baju- bajunya untuk ia bawa ke Bogor. Ia berencana akan berlibur beberapa hari di apartemennya sekaligus menghabiskan minggu tenang sebelum ujian dimulai. Ia juga ingin mencoba memulihkan hatinya yang telah hancur lebur selama ini. Meski ia tak mengelak ketika rasa itu masih ada namun ia juga tak berdaya untuk memperjuangkan perasaannya. Bagaimana bisa ia memperjuangkan kisah cintanya tapi seseorang yang ia cintai telah mencintai kakaknya sendiri, juga kakaknya yang tampak membuka hati untuk Luisa kini. Helaan nafas lelah keluar dari hembusan nafas Faizal. Pria itu jadi mengingat bagaimana buruknya hubungan persaudaraan antara dirinya dengan sang kakak. Sejak dulu, ia selalu mengagumi Faazil dan berusaha untuk dekat dengannya. Tapi Faazil seperti seseorang yang tak bisa

