Part 31

1674 Kata

Esok harinya, Harley datang lagi mengintip Hera. Ia bersembunyi di dekat pintu masuk gedung apartemen. Kirana terlihat sedang sibuk berbicara dengan Dinar. Sedangkan Hera terlihat tak peduli. Gadis kecil itu dikasih tahu diam di tempat malah main keluar sendiri, nyanyi-nyanyi sambil makan cokelat batang. Harley merasa bahwa itu kesempatannya. Ia mendekati Hera pelan-pelan. Berjongkok di depan anak itu sambil tersenyum. “Hera, ini papa,” ujar Harley. Hera celingak-celinguk, menatap Harley dengan muka bingung. Rasanya tampang ini tak asing, tapi dia lupa lihat di mana. Kemarin malam hanya melihat sekilas, sama sekali tak berkesan di benaknya. “Hera, ini papamu, Nak.” Harley mengulangi perkataannya sekali lagi. Ia memegang tangan Hera pelan, mencoba meyakinkan seorang anak kecil dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN