Part 29

1091 Kata

Kelihatannya menyuruh Dinar menjaga Hera adalah keputusan yang tepat. Kirana tersenyum lega, mengintip mereka bermain bersama. Sepertinya Hera tak marah lagi pada Dinar. Malahan mereka terlihat dekat seperti ayah dan anak sungguhan. Kirana jadi penasaran, apakah mereka memang sudah sedekat ini sejak awal. Kirana memasuki ruang keluarga, meletakkan tasnya di atas meja. Kemudian dia duduk di atas sofa, mengajak Hera berbicara. “Kalian ngapain aja seharian?” Hera langsung berlari memeluknya. “Hera menggambar sama Om Dinar,” lapor Hera. Ternyata panggilan Dinar tak kembali seperti sediakala. Memang mustahil mengembalikan apa yang sudah rusak. Begitu Hera paham Dinar bukanlah ayahnya, panggilan papa itu tak ada artinya lagi. Memang lebih baik seperti ini, tapi sebenarnya Kirana sadar bahwa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN