Sampai di Cijangkar, Sinar dipersilakan masuk oleh wanita yang melahirkannya. Bukan hanya Khanza, Rizki dan Mukafi pun ikut bersama Sinar ke ruang tamu rumah Mak Afifah. Khanza sudah menampakkan wajah cantik dan senyum yang tulus pada snag mertua. Tetapi sebaliknya, Mak Afifah justru memasang muka masam pada sang menantu seperti biasanya, tak pernah berubah. Setelah anak, menantu dan cucu-cucunya masuk, Abah Uji pun mempersilakan mereka untuk makan. Tanpa rasa malu, Sinar pun menyantap makanan yang telah dihidangkan dan mengajak anak serta istrinya untuk menikmati jamuan tersebut. Sesudah acara makan, Mak Afifah membuka suara, mengawali pembicaraan."Naha di luar negeri, teh, meuni sebentar?" "Khanza, teh, nggak bisa fokus kerja, Mak. Di sana selalu ingat Mukafi terus,"

