Part 62

1989 Kata

Rara melihat Dika keluar dari ruangan, sepertinya sahabatnya itu menerima telfon dari orang penting sampai-sampai tidak mau di dengar. "Chik, ada kabar dari kak Aldo?" tanya Rara dengan suara lemahnya. Chika menggelengkan kepala lemah, "Bel ada Ra. Kalo misalkan doi ngga dateng-dateng, kita langsung aja yaa ke dokter kandungan?" Rara menghela nafasnya, "Yaudah." dia tahu, di sini tidak boleh egois. Sebenarnya dia juga takut jika ada apa-apa dengan anaknya. "Ra," panggil Dika yang baru datang dari luar ruangan. Dika mendekat ke brankar Rara, dan berdiri tepat di sebelah Chika. "Kenapa Dik?" tanya Rara. Dika sendiri bingung ingin menyampaikan bagaimana, "Eh Ra, aduh gimana yaa gue ngomongnya." ujar Dika sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Cepetan kek Dik, ngomong aja.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN