Rumah yang sebelumnya hanya ramai dengan canda tawa si kembar dan ocehan Latusha kecil, kini bertambah dengan ramainya yang Flo ciptakan. Ucapan Flo sebelumnya yang mengatakan tidak akan menjahili adiknya tidak terbukti begitu sampai di rumah dan melihat sendiri bagaimana menggemaskannya ekspresi masing-masing adiknya ketika digoda. Bagi Synta sendiri itu adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan, sudah menjadi agenda sehari-hari bagi Flo menggoda adiknya. Sesekali memang Synta memberi peringatan kepada putri pertamanya itu, tapi sisanya tak jadi masalah selama Flo bisa menangani kerewelan adik-adiknya. “Kakak pulang, yeeee!” seru si kembar serentak. “Yeeee!” Latusha mengikuti kata belakang kakak triplets-nya. “Idih… siapa ini pada meluk-meluk aku.” Dan begitulah adik-adiknya menang

