“Mama nggak bisa terus menerus menilai orang lain dari apa pekerjaan orang itu, Ma.” Aira menyuapi sang ibu sembari memberi penjelasan. “Cucu-cucu mama ada karena mbak Synta juga. Buktinya, mbak Synta nggak masuk ke dunianya dulu setelah komitmen sama kak Amrin.” Aira tahu kalau ibunya belum sepenuhnya mau menerima Synta, memang awalnya saja mengatakan ingin bertemu cucunya dan memperbaiki hubungan dengan menantunya, tapi Aira paham kalau Ratmi tidak akan dengan begitu saja lapang d**a menerima kenyataan. “Apa mama mau keras hati terus begini? Setelah cucu-cucu mama besar, mereka akan tahu dan paham kalau neneknya nggak pernah saying dan nerima ibu mereka dengan baik. Kalo udah begitu, siapa nanti yang akan mereka pilih untuk lebih disayangi? Mbak Synta, kan?” Mengambil suapan yang ti

