Pengkhianatan?

1442 Kata

Malam gelap telah berlalu. Sebagai gantinya, matahari pagi menyambut dengan sinarnya yang menembus celah-celah tirai jendela. Nadira tidur sangat nyenyak setelah beraktivitas kemarin, membuatnya kelelahan. Tak sadar, ia terbangun cukup siang yaitu pukul 7 pagi. Dalam hatinya bertanya-tanya, mengapa Dafa atau Tama tidak membangunkannya? Atau jangan-jangan ... Dafa telah pulang ke Jakarta dengan membawa Tama? Tanpa ingin mencuci wajahnya terlebih dahulu, Nadira meraih ponselnya, segera menghubungi Dafa. “Nadira, selamat pagi,” sapa Dafa terdengar manis sekali. “Tama di mana?” tanya Nadira tak mengindahkan sapaan Dafa, yang ia ingat hanyalah Tama. “Tama nunggu kamu bangun. Kasian dia lapar, gak mau sarapan tanpa kamu. Cepat ke kamarku, kita sarapan di balkon,” jawab Dafa menggerutu. N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN