Keputusan Untuk Pergi

1313 Kata

Datang ke apartemen Farel, Dafa masuk menggunakan kartu akses miliknya sehingga tak memerlukan izin ataupun menunggu seseorang membuka pintu. Masuk ke dalamnya, Dafa langsung memanggil nama Nadira. Namun, kekasihnya itu tidak ditemukan. Hatinya semakin cemas. Ia pun masuk ke dalam kamar Nadira, tidak ada! Sesuatu menarik perhatiannya, yaitu sebuah kertas yang tersimpan di atas nakas. Dengan ragu Dafa meraih kertas itu, lalu membacanya. 'Kak Farel, Kak Tasya, gue gak bisa repotin kalian terus. Maaf gak nunggu kalian pulang dulu. Gue terbang ke Australia, ada kontrak baru di sana. Tentang foto itu, itu cuma editan. Gue gak tidur sama Pak Evan. Sekali lagi, maaf gak nunggu kalian pulang. Nadira.' Isi surat itu ditulis Nadira untuk Farel dan Tasya. Seketika hati Dafa terasa kosong saat men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN