Nadira yang melihat berita pernikahan Dafa bersama Celline di televisi hanya tersenyum pahit. Satu tangannya mengusap perut yang mulai membuncit, hatinya berkata 'Sayang, Papamu gak tau ada kamu. Tapi kamu tenang aja, ada Mama. Mama yang akan besarin kamu, kamu juga yang akan menjadi penyemangat Mama.' Ia ingin menangis, tetapi rasanya air matanya sudah habis sejak berbulan-bulan lalu, sejak ia meninggalkan Jakarta dan cintanya, Dafa. Wajah Dafa masih sama seperti terakhir kali Nadira melihatnya, tampan dan berwibawa. Wajahnya memiliki pesona tersendiri yang dapat membuat hati wanita manapun merasa nyaman ketika melihatnya. Tampak serasi dengan Celline yang memiliki wajah cantik bak seorang tuan putri. Gaunnya terlihat sangat cantik dan mewah. Mereka berdiri di atas pelaminan secara berda

