"Obat dari sebuah rindu adalah, pertemuan" ** Sore datang, kawasan kampus sudah mulai sepi penghuni. Hanya tersisa beberapa orang yang masih enggan untuk pulang lebih awal. Elyas dan Reina mulai berjalan menelusuri lorong. Perjalanan mereka ke parkiran di isi dengan candaan dan gurauan. "Rei, berkas Abang ada yang kelupaan. Kamu pergi duluan saja ya ke mobil." Ucap Elyas dengan memberi kunci mobilnya lalu berbalik menuju ruangannya. "Faktor usiakah? Tapi aku rasa suamiku itu belum cukup tua untuk mudah lupa. Tapi apakah lupa itu memandang usia?" Gerutu Reina saat berjalan menuju parkiran mobil. Namun saat akan menuju mobil Elyas, seseorang dari belakang langsung menarik Reina dan membungkam mulutnya. Reina memberontak dalam dekapannya. "Diamlah, ini aku." Ucap penculik itu. Reina yang

