"Sesungguhnya Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya". ** Cahaya matahari mulai menerobos melalui celah-celah jendela kamar. Membangunkan dua pasutri yang tadi memilih melanjutkan tidur setelah subuh. Lelah, mungkin itulah yang mereka rasakan setelah apa yang semalam mereka lakukan. Elyas yang sudah terbangun lebih awal menopang kepalanya untuk melihat wajah istrinya. "Kau mahu berapa lama lagi untuk tidur, Rei?" Tanya Elyas dengan mengelus pipi istrinya. "Lima menit lagi." Jawab Reina dengan suara parau. "Semalam Arvam datang ke rumah, dia bilang sudah berkali-kali memencet bel dan menelepon kita berkali-kali tapi, tidak ada jawaban. Dan baru saja Abang sempat membuka dan membalasnya." Cerita Elyas. "Malam-malam ke sini mahu membahas apa dosen satu itu? Apa mahu membahas

