"Sudah tidak lagi retak, melainkan sudah hancur menjadi kepingan." ** Kesucian yang selama ini dia jaga dengan hormat, sudah di renggut dengan cara keji. Harga diri yang selalu di banggakan wanita itu, sudah tidak ada artinya lagi. Bahkan air mata yang sedari tadi dia bendung, sudah habis di keluarkan tiada sisa. Apakah takdirnya sangatlah buruk di mata dunia? Sungguh, dalam mimpi buruknya dia tidak pernah mengimpikan ini semua terjadi. Tapi Allah ternyata berkehendak lain. Dengan lemas dia mencoba mengaih baju koyak yang tergeletak di sisinya, menjoba menutupi tubuh berlumur dosa. Matanya nanar meratapi nasib yang sangat kejam baginya. 'Ternyata semenderita ini menjadi istri ke dua. Ah, tidak. Lebih tepatnya menjadi boneka permainan ayah kandungnya sendiri. Aku yang tidak tahu apa-apa

